Selasa, 21 Juli 2020

PADA LEKUK TUBUH DAN TAHI LALAT

Pada lekuk tubuhmu;
Kusimpan peta dan sejarah aroma bunga
Kusematkan bersama tahi lalat sebagai tanda keabadian
Mengukur jarak kepergian untuk sejenak melupakan hasrat dan kemalangan
Agar kegelapan sirna dari percakapan api yang terus didendangkan

Aku pergi memasuki ruang masa lalu
Sebagai pengabdian keindahan untuk para leluhur
Yang terus hadir dari tangan-tangan perempuan lain
Kureguk hiasan warna dari alam yang kita cintai
Sebagai pelindung dari lekuk tubuh dan tahi lalatmu

Pada lekuk tubuh dan tahi lalatmu;
Kutemukan kemuliaan yang harus dijaga sepanjang masa
Sebab bara lebih sakit dari api air mata
Lebih bisu dari kesunyian yang kurasa

Duhai... pikiran lelah penuh kotoran dunia
Duhai... jiwa fana terhempas ke ruang makna
Lekuk tubuh dan tahi lalatmu merasuk ke dalam tubuhku
Menjadi garis-garis tajam, menjadi lingkaran mengungkung, menjadi rajah tak terucapakan.

Pada lekuk tubuh dan tahi lalatmu;
Menjadi amsal segala resah yang terus membuncah
Kupeluk, kuciumi penuh ragu-ragu dan amarah!
Namun tetap kurawat buah dari pohon silsilah
Sampai pohon tumbang ke liang tanah

2018-2020

BALADA KISAH ANAK NEGERI

kisah anak-anak kami yang hanya bisa mengambil batu untuk melempar mulutmu di layar televisi   nyanyian itu tak juga merdu menyentuh kalbu y...