ASAP LILIN DAN KERINGAT CANTING
Asap lilin dan keringat canting
Menyengat ke dalam hidung
Kain bertuliskan nama kekasihnya
Yang tidak akan bisa tergunting
Setelah menyentuh huruf pertamanya
Gunting akan patah!
Utuh bersama bunga dan reranting
Cakra kembar dan kereta kencana
Kuku naga di setiap garis-garis tepinya
Menjadi ragam hias sepanjang hidupnya
Kain bertuliskan nama kekasihnya
Akan selalu dijaga bersama burung merak,
Burung kuntul bermain di telaga,
Bangunan bersejarah dan tempat ibadah
Kain itu akan tetap tersimpan
Bersama bunga anggrek dan buah asem
2019
Jumat, 01 Maret 2019
ORANG GILA NAIK KUDA BUTA
Kuda hitam memandang siang dari dalam
Menapaki waktu seiring dentuman masa laluku
Sebab tak ada cara untuk melarikan diri dari puisi
Ingatan semakin tua dan kegilaan memberat di kepala
Puisi selalu menjemput dengan kaki kursi yang tetap kokoh
Dalam lingkaran zaman yang seperti lelucon
di alam pekuburan kebangsaan
Kotaku melihat dirinya sendiri
Seperti kuda buta di jalan-jalan yang menghubungkan angin pada debu
Kotaku mulai berdandan dengan paras khianat
Keindahan nampak di mata, namun tak terlihat wajah makna
Biarkan puisi membawaku ke asal ada
Dengan alam dan cinta kasihnya
Sebab asap pekat bahasa, telah lama mengalungkan dukanya.
2016
Menapaki waktu seiring dentuman masa laluku
Sebab tak ada cara untuk melarikan diri dari puisi
Ingatan semakin tua dan kegilaan memberat di kepala
Puisi selalu menjemput dengan kaki kursi yang tetap kokoh
Dalam lingkaran zaman yang seperti lelucon
di alam pekuburan kebangsaan
Kotaku melihat dirinya sendiri
Seperti kuda buta di jalan-jalan yang menghubungkan angin pada debu
Kotaku mulai berdandan dengan paras khianat
Keindahan nampak di mata, namun tak terlihat wajah makna
Biarkan puisi membawaku ke asal ada
Dengan alam dan cinta kasihnya
Sebab asap pekat bahasa, telah lama mengalungkan dukanya.
2016
Langganan:
Komentar (Atom)
