Minggu, 22 September 2019

ASAP LILIN DAN KERINGAT CANTING

ASAP LILIN DAN KERINGAT CANTING

Asap lilin dan keringat canting
Menyengat ke dalam hidung
Kain bertuliskan nama kekasihnya
Yang tidak akan bisa tergunting
Setelah menyentuh huruf pertamanya

Gunting akan patah!
Utuh bersama bunga dan reranting
Cakra kembar dan kereta kencana
Kuku naga di setiap garis-garis tepinya
Menjadi ragam hias sepanjang hidupnya

Kain bertuliskan nama kekasihnya
Akan selalu dijaga bersama burung merak,
Burung kuntul bermain di telaga,
Bangunan bersejarah dan tempat ibadah

Kain itu akan tetap tersimpan
Bersama bunga anggrek dan buah asem

2019
ar: both; text-align: center;">

Jumat, 01 Maret 2019

ORANG GILA NAIK KUDA BUTA

Kuda hitam memandang siang dari dalam
Menapaki waktu seiring dentuman masa laluku
Sebab tak ada cara untuk melarikan diri dari puisi
Ingatan semakin tua dan kegilaan memberat di kepala

Puisi selalu menjemput dengan kaki kursi yang tetap kokoh
Dalam lingkaran zaman yang seperti lelucon
di alam pekuburan kebangsaan

Kotaku melihat dirinya sendiri
Seperti kuda buta di jalan-jalan yang menghubungkan angin pada debu

Kotaku mulai berdandan dengan paras khianat
Keindahan nampak di mata, namun tak terlihat wajah makna

Biarkan puisi membawaku ke asal ada
Dengan alam dan cinta kasihnya
Sebab asap pekat bahasa, telah lama mengalungkan dukanya.

2016

BALADA KISAH ANAK NEGERI

kisah anak-anak kami yang hanya bisa mengambil batu untuk melempar mulutmu di layar televisi   nyanyian itu tak juga merdu menyentuh kalbu y...