sepi tinggal tulang
hati berjalan
melewati bangkai
puisi
yang tertancap
dalam jiwa gelisah
maut!
seolah gonggongan
anjing
yang memanggil-manggil
peti jenazah
jerit hati menyalakan
api
di batu-batu
bertuliskan usia
yang kian melapuk
di ranjang bertabur
bisikan tentang kotamu
yang tak lagi mendengungkan
keindahan
bagi hari-hari
yang seperti selembar
kertas bertuliskan:
laknat!
tentang gelap bersiasat
membuntutui alamat
asing
juga anasir langit yang
murung
2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar