Rabu, 19 September 2018

BISIKAN KOTA

sepi tinggal tulang
hati berjalan
melewati bangkai
puisi
yang tertancap
dalam jiwa gelisah

maut!
seolah gonggongan
anjing
yang memanggil-manggil
peti jenazah

jerit hati menyalakan
api
di batu-batu
bertuliskan usia
yang kian melapuk
di ranjang bertabur
bisikan tentang kotamu
yang tak lagi mendengungkan
keindahan
bagi hari-hari
yang seperti selembar
kertas bertuliskan:
laknat!

tentang gelap bersiasat
membuntutui alamat
asing
juga anasir langit yang
murung

2010

Tidak ada komentar:

BALADA KISAH ANAK NEGERI

kisah anak-anak kami yang hanya bisa mengambil batu untuk melempar mulutmu di layar televisi   nyanyian itu tak juga merdu menyentuh kalbu y...