Sebelum aku gila,
Aku harus menemukan kegilaanku
Pada setiap pencarian,
Akan kutinggalkan diriku sendirian
Agar matiku tak hanya batu nisan kesepian
Di hamparan rerumputan
Bila tidak kutemukan kegilaanku
Maka jalan pikiran akan kugambar di mata kekasih
Ketika getar bibir mengisyaratkan
Bahwa matiku hanya untuk aku
Sebelum aku mati,
Perkenankan diriku memanggil
Apa saja yang telah dianggap sia-sia
Akan ku ajak berbincang-bincang
Tentang bumi dan air
yang ingin kutinggalkan dengan bahagia
Sambil kukecup luka dan membekukan airmata
Bila mereka tidak mendatangiku
Akan kubacakan sajak paling sedih
Tentang pagi yang lenyap
Bersama nama-nama yang pernah kucatat
Sebagai senjata
Karena gila dan matiku
Sama-sama tidak akan menemukan
Dimana sejarah dimulai,
Dimana kehancuran menyatu dalam
kibaran bendera
Sumenep, 2018
Aku harus menemukan kegilaanku
Pada setiap pencarian,
Akan kutinggalkan diriku sendirian
Agar matiku tak hanya batu nisan kesepian
Di hamparan rerumputan
Bila tidak kutemukan kegilaanku
Maka jalan pikiran akan kugambar di mata kekasih
Ketika getar bibir mengisyaratkan
Bahwa matiku hanya untuk aku
Sebelum aku mati,
Perkenankan diriku memanggil
Apa saja yang telah dianggap sia-sia
Akan ku ajak berbincang-bincang
Tentang bumi dan air
yang ingin kutinggalkan dengan bahagia
Sambil kukecup luka dan membekukan airmata
Bila mereka tidak mendatangiku
Akan kubacakan sajak paling sedih
Tentang pagi yang lenyap
Bersama nama-nama yang pernah kucatat
Sebagai senjata
Karena gila dan matiku
Sama-sama tidak akan menemukan
Dimana sejarah dimulai,
Dimana kehancuran menyatu dalam
kibaran bendera
Sumenep, 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar